Selamat Datang Di Blog MIF404. Semoga Apa Yang Saya Post Dapat Bermanfaat Bagi Kita Semua. Terimakasih Atas Kunjungannya ^_^

PENGARUH BERBAGAI PH TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
Factor yang mempengaruhi pertumbuhan ada 2, yakni factor dalam dan factor luar. Adapun factor dalam meliputi gen, hormone dan cadangan makanan, sedangkan factor luar meliputi suhu, pH tanah, cahaya, kelembapan, air, oksigen, gaya gravitasi,dan unsur hara. pH tanah merupakan derajat keasaman tanah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pada penilitian kali ini, kami ingin mengetahui lebih lanjut pengaruh pH tanah pada pertumbuhan kacang hijau.
1.2.      Tujuan
·            Mengetahui pengaruh pH tanah pada pertumbuhan kacang hijau
·            Mengetahui pH tanah yang terbaik bagi pertumbuhan kacang hijau       
1.3.      Masalah
·            Adakah pengaruh pH tanah terhadap pertumbuhan kacang hijau?
·            pH tanah manakah yang terbaik terhadap pertumbuhan kacang hijau?
1.4.      Manfaat
·            Dapat memberikan literatur terhadap para pelajar mengenai pengaruh pH tanah
·            Dapat mengaplikasikan program microsoft word
·            Dapat memberikan pengetahuan kepada petani mengenai pH tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman
1.5.      Hipotesis
Tumbuhan kacang hijau tumbuh dengan baik pada pH antara 6-7 karena tanah tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.    PERTUMBUHAN
         2.1.1   Definisi Pertumbuhan
                        Pertumbuhan adalah berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolic (Soetjiningsih, 1988).
2.1.2    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
2.1.2 A. Faktor Luar (Lingkungan)
Faktor lingkungan adalah faktor yang ada di sekeliling tumbuhan. Faktor lingkungan ini misalnya nutrien, air, cahaya, suhu, oksigen, kelembapan, dan musik.
a.             Nutrien dan air
Tumbuhan membutuhkan nutrien untuk pertumbuhan dan perkembangan. Nutrien atau zat makanan terdiri dari unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia. Nutrien yang diperlukan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan.
                                 Air dibutuhkan tumbuhan sebagai pelarut bagi kebanyakan reaksi dalam tubuh                                               tumbuhan dan sebagai medium reaksi enzimatis. 
                        b.     cahaya
Selain berpengaruh  terhadap proses fotosintesis, cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap organ dan keseluruhan tumbuhan. Tumbuhan yang mendapat cahaya, hormon auksin akan rusak sehingga pertumbuhan terhambat. Sebaliknya jika tanaman dalam keadaan gelap, hormon auksin akan merangsang pemanjangan sel-sel sehingga tanaman lebih cepat tumbuh.
c.     Suhu
Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses pertumbuhan. Suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 10-38oC. Umumnya tumbuhan tidak tumbuh pada suhu di bawah 0oC dan di atas 45oC.
d.    Oksigen
Oksigen mempengaruhi pertumbuhan bagian tumbuhan di ats tanah maupun pertumbuhan akar yang berada di dalam tanah. Jika tanah mengandung banyak oksigen, pertumbuhan akar akan semakin baik.
e.     Kelembapan
Kelembapan udara dan tanah berpengaruh dalam proses pertumbuhan. Kelembapan udara mempengaruhi proses penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrien. Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan meningkat sehingga penyerapan nutrien pun semakin banyak. Keadaan ini akan memacu pertumbuhan tanaman.
                            f.      gaya gravitasi
    g.     pH tanah             
2.1.2 B. Faktor Dalam
1.               Gen
Gen penentu pertumbuhan terdapat di dalam sel. Sel merupakan satuan hereditas kerena di dalamnya terdapat gen yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat keturunan atau hereditas. Gen juga berperan sebagai pembawa kode untuk pembentukan protein, enzim, dan hormon. Enzim dan hormon ini mempengaruhi berbagai reaksi metabolisme untuk mengatur dan mengendalikan pertumbuhan.
Setiap sel hidup yang terdapat di dalam organisme akan memperoleh kelengkapan genetik yang diturunkan induknya dan merupakan sumber informasi untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Informasi genetik yang tepat perlu diterima oleh setiap sel pada saat pembelahan sel terjadi, sehingga setiap organ pada tumbuhan dapat berkembang pada jalur yang tepat. Dengan demikian, Pola pertumbuhan dan perkembangan dikendalikan oleh gen.
            2.               Hormon
Hormon tumbuhan adalah suatu senyawa organik yang dibuat pada suatu bagian tumbuhan dan kemudian diangkut ke bagian yang lain, yang dengan konsentrasi rendah menyebabkan suatu dampak fisiologis. Peran hormon adalah merangsang pertumbuhan, pembelahan sel, pemanjangan sel, dan ada yang menghambat pertumbuhan.
Saat ini telah dikenal hormon auksin, giberelin, sitokinin, asam absitat, etilen, asam traumatin, dan kalin.
2.1.3.  Tahap-tahap pertumbuhan
  1. Perkecambahan
    Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Factor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen dan suhu.
    Perkecambahan biji ada dua macam yaitu
    a. Perkecambahan epigeal : Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk. Contoh : perkecambahan kacang hijau.
    b. Perkecambahan hypogeal : epikotil memanjang sehingga puluma keluar menembus kulit biji dan muncul diatas permukaan tanah sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh : perekcambahan kacang kapri.
  2.  Pertumbuhan primer
    Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh prmer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.
  3. Pertumbuhan sekunder
    Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan cambium yang bersifat meristematik kembali.
      Ciri-ciri jaringan meristemtik ini adalah mempunyai dinding yang tipis, bervakuola kecil atau tidak bervakuola, stiplasma pekat dan sel-slenya belum berspeliasasi. Ketika pertumbuhan berlangsung secara aktif, sel-sel meristem membelah dan membentuk sel-sel baru. Sel baru yang terbantuk itu pada awalnya rupanya sama tetapi setelah dewasa, sel-sel tadi berdiferensiasi menjadi jaringan lain.
Jaringan meristem ada dua jenis yaitu :
a. Jaringan meristem apix
b. Jaringan meristem lateral
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder yang meliputi:
A. Kambium gabus
B. Kambium fasis
C. Kambium interfasis

4. Pertumbuhan terminal
Terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. Terdapat 3 daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan
a. Daerah pembelahan (daerah meristematik).
b. Daerah pemanjangan
c. Daerah diferensiasi
            2.1.4  Macam-macam pertumbuhan
  1. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang
    memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun
    ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara
    kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer .
Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang
dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
    1. Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar.
      Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
    1. Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan.
      Sel-sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk membesar dan
      memanjang.
c.       Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya
berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan
struktur khusus.
2.      Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat
menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan
aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan
kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.
2.2.      PH TANAH
            2.2.1.   Pengertian pH tanah
            pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.
Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmu pangan, rekayasa (keteknikan), dan oseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah.
2.2.2.   PENTINGNYA PH TANAH
pH tanah atau tepatnya pH larutan tanah sangat penting karena larutan tanah mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N), Potassium/kalium (K), dan Pospor (P) dimana tanaman membutuhkan dalam jumlah tertentu untuk tumbuh, berkembang, dan bertahan terhadap penyakit.
Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada pH antara 6,0 hingga 7,0.
Beberapa bakteri membantu tanaman mendapatkan N dengan mengubah N di atmosfer menjadi bentuk N yang dapat digunakan oleh tanaman. Bakteri ini hidup di dalam nodule akar tanaman legume (seperti alfalfa dan kedelai) dan berfungsi secara baik bilamana tanaman dimana bakteri tersebut hidup tumbuh pada tanah dengan kisaran pH yang sesuai.
Sebagai contoh, alfalfa tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 6,2 hingga 7,8; sementara itu kedelai tumbuh dengan baik pada tanah dengan kisaran pH 6,0 hingga 7,0. Kacang tanah tumbh dengan baik pada tanah dengan pH 5,3 hingga 6,6. Banyak tanaman termasuk sayuran, bunga dan semak-semak serta buah-buahan tergantung dengan pH dan ketersediaan tanah yang mengandung nutrisi yang cukup.
Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut.
Herbisida, pestisida, fungsisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan untuk memberantas hama dan penyakit tanaman juga dapat meracuni tanaman itu sendiri. Mengetahui pH tanah, apakah masam atau basa adalah sangat penting karena jika tanah terlalu masam oleh karena penggunaan pestisida, herbbisida, dan fungisida tidak akan terabsorbsi dan justru akan meracuni air tanah serta air-air pada aliran permukaan dimana hal ini akan menyebabkan polusi pada sungai, danau, dan air tanah.
2.3.      PENGARUH PH TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN
            Semasa pertumbuhan vegetatif, tanaman dipengaruhi oleh pH tanah (pH = tingkat keasaman). Pengukuran dan deteksi pH sangat penting karena membantu kita dalam mengambil tindakan.

Untuk menyiapkan tanah yang baik dan dapat menyerap pupuk secara optimal, diperlukan netralisasi tanah. Netralisasi bisa menggunakan campuran bahan kimia penetralisir seperti kapur dolomit dan lain-lain. Sebagian besar tanah di Indonesia bersifat asam (5.5 sampai 6), atau pH dibawah 7. Maka netralisasi tanah dilakukan dengan menaikan pH tanah mencapai pH 7 atau pH netral. Tapi pH 7 atau netral tidak selalu merupakan kondisi terbaik, ada beberapa tanaman yang tumbuh optimal di tanah yang bersifat sedikit asam atau sedikit basa.

Pengaruh tingkatan pH tanah terhadap tanaman adalah sebagai berikut:
-  pH dibawah 4.5 (terlalu asam)
menyebabkan akar rusak sehingga kualitas dan jumlah panen turun. Terlihat pada saat perubahan tanaman dari fase vegetatif ke generatif.
-  pH 5.5 sampai 6 (rata-rata tanah di Indonesia)
Terdapat unsur hara yang optimum untuk tanaman
-  pH diatas 6
Pada tingkatan ini, tanaman akan terlalu vegetatif. Hal ini tidak berpengaruh pada kualitas buah karena berada di musim yang tidak tepat.

Menaikan atau menurunkan pH tanah juga berguna untuk pengendalian penyakit, pH tanah diubah agar tidak sesuai dengan kebutuhan pathogen, biasanya untuk tanaman umbi-umbian seperti kentang


BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.   POPULASI DAN SAMPEL
3.1.1. POPULASI
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada wilayah tertentu dan pada waktu yang tertentu pula. Dalam penilitian ini biji kacang hijau dengan kualitas baik dan besar dijadikan sebagai populasi.
3.1.2. SAMPEL
Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Dalam penelitian kali ini, sampel yang digunakan adalah 75 biji kacang hijau dengan kualitas baik dan besar.
3.2. INSTRUMEN ( ALAT DAN BAHAN) PENELITIAN
Dalam penelitian tentang pengaruh berbagai PH tanah terhadap pertumbuhan kacang hijau, membutuhkan alat dan bahan sebagai berikut:
Alat:                                                                 bahan:
15 gelas aqua                                                   75 biji kacang hijau
Indicator universal                                            air
Penggaris                                                         kapur
Pulpen                                                             tanah
Sendok                                                           
3.3.LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN
Kami melakukan penelitian dirumah M Iqbal Fauzi bertempat di JL. Slamet Riyadi IV LK.II Gg. Daniel Pada Hari Kamis Tanggal 01 Agustus 2013


3.4.              VARIABEL PENELITIAN  
        3.4.1.   Variabel bebas
Variable penelitian yang sengaja dibuat berbeda dengan yang lain. Dalam penelitian kali ini, variable bebasnya adalah pH tanah yang sengaja dibuat berbeda yakni tanah dengan pH 7, pH 10, dan pH 12.
        3.4.2.   Variabel Kontrol
            Variabel Kontrol merupakan variabel yg dibuat konstan sehingga tidak akan mempengaruhi variabel utama yg diteliti. Dalam penelitian kali ini, variable kontrolnya adalah cahaya, air, dan kelembaban.
3.4.3.   Variabel terikat
Variable terikat adalah variabel yang dipengaruhi variabel lain. Dalam penelitian kali ini, variable terikatnya adalah pertumbuhan tanaman kacang hijau.
3.5.            LANGKAH  KERJA
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Membuat pH tanah:
pH 7: -  menyediakan tanah sebanyak 1200 gram
-           Menambahkan air sebanyak 360 ml air
-           Mengaduk tanah hingga tercampur merata
-           Membagi campuran tanah tersebut kedalam 5 gelas aqua, masing-masing berisi kurang lebih 300 gram
pH 10: - menyediakan tanah sebanyak 1200 gram
-          Menambahkan air sebanyak 360 ml air
-          Menambahkan 3 sendok makan zat kapur kedalam tanah tersebut
-          Mengaduk tanah hingga tercampur merata
-          Membagi campuran tanah tersebut kedalam 5 gelas aqua, masing-masing berisi kurang lebih 300 gram
pH 12: -  menyediakan tanah sebanyak 1200 gram
-          Menambahkan air sebanyak 360 ml air
-          Menambahkan 7 sendok makan zat kapur kedalam tanah tersebut
-          Mengaduk tanah hingga tercampur merata
-          Membagi campuran tanah tersebut kedalam 5 gelas aqua, masing-masing berisi kurang lebih 300 gram
       
3.      Memilih biji kacang hijau dengan kualitas baik, kemudian menanam  5 biji kacang hijau tersebut kedalam masing-masing gelas aqua
4.      Menunggu tumbuhnya kacang hijau kurang lebih 4 hari
5.      Mengukur tinggi tanaman kacang hijau dalam interval sehari
6.      Mencatat hasil pengukuran 



BAB IV                                                   
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1.                              HASIL PENELITIAN
Tabel hasil penelitian setelah hari ke-4 masa penanaman
Tanaman ke
 PH tanah
Tinggi tanaman pada pengukuran ke
Rata-rata
Keterangan
1
2
3
1
    7
2.1
7.1
19
9.4
Sehat
2
2.8
8.7
18.2
9.9
Sehat
3
3.2
9
18.3
10.17
Layu
4
3.8
8.8
20.2
10.93
Sehat
5
4.1
12
21.9
12.67
Sehat
6
10
0
0.7
3
1.23
Layu
7
0.7
5.7
7.7
4.7
Sehat
8
1.3
5.9
9
5.4
Sehat
9
1.9
7
13.4
7.43
Layu
10
2.7
10
17
9.9
Sehat



































1 komentar:

Unknown mengatakan...

Recommeded

Posting Komentar

Angry Birds
MIF404



animasi bergerak gif
Status Panel Admin
Sekarang Jam
Tanggal
Salam Admin :
Status Admin :
User : User Online

Follow Admin :

Ask Me :

Total Tayangan Laman :

0374805

Protect Blog By :

Entri Populer

Terjemahkan :


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified